Sementara itu, kondisi tujuh siswa SDN 59 yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan kini dinyatakan membaik. Hasil pemeriksaan terakhir menyatakan ketujuh siswa dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan serius.
Ketujuh siswa sebelumnya mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu setelah mengalami keluhan seusai mengonsumsi makanan MBG.
Meski demikian, temuan laboratorium BPOM menjadi peringatan serius terhadap standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan MBG. Evaluasi tidak cukup hanya dilakukan terhadap makanan yang telah dibagikan, tetapi juga harus menyentuh seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan, kebersihan peralatan, proses pemasakan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah.
Penghentian sementara selama 10 hari menjadi ruang bagi SPPG untuk melakukan perbaikan. Setelah itu, pengawasan Dinkes menjadi penting untuk memastikan makanan MBG yang kembali disalurkan kepada siswa benar-benar memenuhi persyaratan keamanan pangan.













