Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu menggelar edukasi keuangan syariah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, guna memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Rabu (25/2/2026).
Bengkulu- Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu tersebut dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Zahirman Aidi.
Dalam sambutannya, Zahirman menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan, khususnya berbasis syariah, menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola keuangan yang sehat dan akuntabel di kalangan ASN.
Menurutnya, pemahaman yang memadai akan membantu ASN mengambil keputusan finansial secara rasional, terukur, dan terhindar dari praktik investasi ilegal maupun penipuan keuangan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjutnya, berkomitmen memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan, sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan.
Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menyampaikan bahwa penguatan sektor keuangan syariah merupakan salah satu fokus OJK agar pertumbuhannya inklusif dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Agenda tersebut juga diisi dengan penyerahan simbolis tabungan haji dan umrah dari Bank Syariah Indonesia dan Bank Fadhilah kepada perwakilan peserta, sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.
Editor: Hasan













