“Sinergi TPID dan TP2DD menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ekosistem digitalisasi daerah,” ujar Wahyu.
Rapat tersebut juga membahas strategi menjaga pasokan dan distribusi pangan, mengantisipasi tekanan inflasi, serta memperluas penggunaan transaksi non-tunai dalam pemerintahan dan pelayanan publik.
Pemprov Bengkulu menargetkan koordinasi TPID dan TP2DD tidak berhenti pada rapat. Sinergi antarlembaga didorong menghasilkan langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan efisiensi transaksi pemerintah daerah, dan mempercepat transformasi digital di seluruh wilayah Bengkulu.













