Sementara itu, murid kelas II yang diketahui telah mengonsumsi makanan MBG juga mendapat perhatian pihak sekolah. Orang tua murid membelikan susu untuk anaknya saat masih berada di lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi.
Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para murid. Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan medis serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi, termasuk pengujian terhadap sampel makanan apabila tersedia.
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah, pengelola MBG, Yayasan Damar Gizi Bangsa, maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian tersebut.
Kondisi para murid yang menjalani perawatan juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit.













