BENGKULU- Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Polda Bengkulu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih belum optimal pada 2025. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD yang digelar Rabu (4/2/2026).
Data Satgasus Optimalisasi Aset dan PAD mencatat realisasi PKB dan BBNKB mencapai Rp310 miliar, serta Opsen PKB dan Opsen BBNKB sebesar Rp201 miliar. Namun, tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan masih rendah, yakni baru 32 persen dari total 1,29 juta unit kendaraan terdaftar.
Sementara itu, penerimaan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) justru melampaui target dengan capaian 172,5 persen atau Rp2,1 miliar.
Penjabat Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam meningkatkan pendapatan daerah. Polda Bengkulu juga menyiapkan sejumlah terobosan, antara lain penyederhanaan balik nama kendaraan, penambahan hari layanan Samsat, serta perluasan Samsat desa guna meningkatkan kepatuhan pajak.
Editor : Hasan













