BENGKULU- Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online di Provinsi Bengkulu kembali menuai sorotan. Di tengah masa pendaftaran yang terus berjalan, sejumlah calon peserta didik mengeluhkan akun mereka belum juga diverifikasi, sementara batas waktu pendaftaran kian mendekat.
Kondisi ini memicu keresahan para orang tua dan siswa karena verifikasi akun menjadi syarat utama untuk mengikuti proses seleksi. Akibat lambannya proses tersebut, banyak masyarakat terpaksa mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu guna mencari kepastian.
Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menegaskan bahwa verifikasi data peserta sejatinya merupakan tanggung jawab sekolah asal. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sekolah yang belum menjalankan tugas tersebut secara maksimal.
“Verifikasi data seharusnya dilakukan oleh sekolah asal. Faktanya masih ada sekolah yang belum memfasilitasi proses itu sehingga masyarakat akhirnya mencari bantuan ke Dinas,” kata Zulhendri.
Menurutnya, sekolah tujuan juga memiliki kewenangan melakukan verifikasi. Namun banyak pihak justru mengarahkan calon peserta didik ke Dinas Dikbud, sehingga terjadi penumpukan pemohon dalam beberapa hari terakhir.
Untuk menghindari terganggunya proses pendaftaran, Dikbud akhirnya turun tangan melakukan verifikasi terhadap seluruh calon peserta didik yang mengajukan permohonan langsung ke kantor dinas.
Di tengah gelombang keluhan masyarakat, sistem SPMB Online juga dipertanyakan. Sejumlah warga menilai platform yang digunakan belum sepenuhnya siap karena masih muncul berbagai kendala teknis yang berdampak pada proses pendaftaran.













