JAKARTA- Bank Indonesia terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bangkit, tangguh, berdaya saing, dan cepat naik kelas melalui penguatan akses pasar, pembiayaan, digitalisasi, serta kemitraan dengan korporasi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI tahun ini melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring.
Bank Indonesia bersinergi dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis untuk memperluas akses pembiayaan, pasar, digitalisasi, ekspor, dan rantai nilai bagi UMKM. Salah satu agenda utama ialah Gerakan Korporasi Gandeng UMKM yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jaringan usaha.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan kemitraan korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan, dan mengadopsi teknologi. Dalam KKI 2026, fasilitasi business matching ditargetkan menghasilkan transaksi omzet dan ekspor Rp446,9 miliar serta pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.
Dukungan tersebut juga dirasakan UMKM Bengkulu. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu memfasilitasi 32 UMKM unggulan untuk mengikuti KKI 2026. Sebanyak enam UMKM tampil secara luring di JICC, terdiri atas dua UMKM wastra serta empat UMKM makanan dan minuman.













