BENGKULU– Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi sorotan mahasiswa di Bengkulu. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (4/11/), untuk mendesak evaluasi kebijakan pemerintah yang dinilai belum menjawab persoalan masyarakat.
Mengusung tajuk Evaluasi Kepemimpinan Prabowo-Gibran, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama. Mereka menyoroti kebijakan pemerintah, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta persoalan pendidikan dan penegakan hukum.
Perwakilan mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Taufiq Hidayat, mengatakan empat isu tersebut menjadi pokok tuntutan yang dibawa dalam aksi. Mahasiswa mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang berkembang.
Sebelum bergerak menuju gedung DPRD, massa berkumpul di depan Gedung Taman Budaya. Sekitar pukul 15.00 WIB, mahasiswa mulai bergerak dengan mengenakan almamater masing-masing perguruan tinggi sebagai simbol identitas dan solidaritas.
Namun, penyampaian aspirasi sempat diwarnai ketegangan. Massa mahasiswa dan aparat kepolisian terlibat gesekan hingga terjadi keributan. Situasi kemudian diupayakan mereda melalui negosiasi antara perwakilan mahasiswa dan kepolisian.
Dalam negosiasi tersebut, mahasiswa meminta akses masuk ke halaman gedung DPRD agar dapat menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pimpinan instansi terkait. Namun, hingga aksi berlangsung, belum tercapai kesepakatan yang memenuhi permintaan massa.













