Pengendara mengaku mengantre hingga dua jam bahkan pulang tanpa memperoleh Bio Solar. Dugaan kendaraan berulang kali mengisi BBM subsidi mulai menjadi sorotan warga.
BENGKULU- Klaim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu bahwa stok Bio Solar dalam kondisi aman berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih mengular setiap hari, bahkan sebagian pengendara mengaku gagal mendapatkan BBM subsidi setelah menunggu berjam-jam.
Pemandangan itu kembali terlihat di SPBU Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Kamis (9/7/2026). Sejak pagi, deretan truk, mobil boks, dan kendaraan angkutan memenuhi jalur antrean hingga keluar area SPBU.
Yozel (42), salah seorang pengendara, mengatakan telah mengantre hampir dua jam. Namun, ketika kendaraannya hampir tiba di dispenser, petugas menyampaikan stok Bio Solar telah habis.
“Saya sudah antre dua jam. Begitu hampir giliran, malah diberi tahu solar habis,” ujarnya.
Menurut Yozel, kondisi tersebut bukan lagi insiden sesaat. Dalam beberapa pekan terakhir, antrean panjang dan stok yang cepat habis hampir selalu terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu.
Ia juga menduga ada kendaraan tertentu yang berulang kali mengisi BBM subsidi sehingga memicu antrean semakin panjang. Dugaan tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian aparat dan instansi terkait.
“Kami curiga kendaraan yang antre itu-itu juga. Sopirnya saling kenal. Ini perlu ditelusuri. Sementara kami yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan solar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menegaskan pasokan Bio Solar ke Bengkulu dalam kondisi aman.
“Aman, distribusi lancar, stok aman,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Namun, Rico belum memberikan penjelasan mengenai volume pasokan Bio Solar yang disalurkan ke Bengkulu maupun penyebab antrean panjang yang masih terjadi hampir setiap hari di sejumlah SPBU.
Keluhan serupa disampaikan pengendara lainnya. Sebagian mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain karena stok habis sebelum mereka mendapat giliran mengisi BBM.
Perbedaan antara klaim pemerintah mengenai ketersediaan stok dengan kondisi antrean yang terus terjadi memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum segera mengevaluasi sistem distribusi serta memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.













