Alaku
Alaku

Jalinbar Bengkulu- Seluma Lumpuh Akibat Banjir Warga Tuntut Pemerintah Segera Bangun Beronjong

SELUMA – Akses Jalan Lintas Barat (Jalinbar) yang menjadi urat nadi penghubung Kota Bengkulu dengan Tais, Kabupaten Seluma, lumpuh total sejak Sabtu (18/10/2025) sore. Bencana ini dipicu banjir bandang akibat luapan anak Sungai Air Ngalam yang merendam badan jalan di Kecamatan Seluma Barat, dengan titik terparah di Desa Talang Tinggi dan Desa Lunjuk.

Di lokasi terparah, ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter, melebihi pinggang orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan ratusan kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan terjebak macet total. Banjir terjadi menyusul hujan deras berjam-jam yang memicu kenaikan debit air secara cepat.

“Air mulai meluap sekitar pukul 00.20 WIB. Rumah kami ini termasuk langganan banjir jika hujan deras, tidak hanya rumah, akses jalan pun terputus sehingga banyak kendaraan terjebak macet,” ujar Anuar, warga Desa Talang Tinggi.

Anuar berharap pemerintah daerah segera mencari solusi permanen. “Kami berharap supaya pemerintah setempat segera mencari solusi, paling tidak membuat beronjong penahan banjir di sekitar aliran sungai yang terdampak banjir,” tegas Anuar.

Selain memutus akses vital transportasi, banjir juga merendam 15 hingga 20 rumah warga, termasuk fasilitas ibadah di Desa Lunjuk. Warga terdampak harus berjuang menyelamatkan barang-barang berharga hingga dini hari.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seluma, Susi Aritonang, SE, membenarkan lumpuhnya Jalinbar dan menyebut aparat gabungan telah diterjunkan untuk evakuasi dan pengaturan lalu lintas. Jalur utama sempat ditutup total, meski hingga berita ini diterbitkan, arus lalu lintas dilaporkan sudah kembali normal.

BPBD juga mencatat genangan tinggi melanda beberapa wilayah lain, termasuk Desa Selingsingan (Seluma Utara), Desa Napal Melintang (Ulu Talo), dan Desa Lubuk Gio (Talo). Meskipun kondisi jalan sudah normal, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk waspada tinggi terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Reporter & Editor: Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *