BENGKULU- Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMSRI) mendesak pemerintah pusat segera mempercepat pembangunan Jalan Tol Bengkulu sebagai wujud nyata pemerataan pembangunan nasional.
Ketua DPP KAMSRI Bidang Politik dan Keamanan, Maulana Taslam, menegaskan Bengkulu selama ini menghadapi persoalan serius pada konektivitas dan tingginya biaya logistik. Saat sejumlah provinsi di Sumatera telah terhubung dalam jaringan Tol Trans Sumatera, Bengkulu dinilai masih tertinggal dalam pembangunan infrastruktur strategis.
“Tol Bengkulu adalah kebutuhan mendesak, bukan proyek pelengkap. Ini menyangkut akses ekonomi, daya saing daerah, dan keadilan pembangunan. Jangan biarkan kesenjangan infrastruktur terus berlarut,” tegasnya.
Ia menilai lambannya pembangunan berdampak langsung pada minimnya arus investasi, mahalnya distribusi barang dan jasa, serta terbatasnya pertumbuhan ekonomi daerah. Dari sisi politik dan keamanan, ketimpangan pembangunan yang dibiarkan berpotensi memicu kesenjangan sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap negara.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan BUMN, termasuk PT Hutama Karya, proyek tol menuju Bengkulu harus mendapat kepastian pendanaan, percepatan pembebasan lahan, dan pengawasan ketat agar tidak kembali tersendat akibat persoalan administratif dan birokrasi.
KAMSRI juga mengingatkan percepatan pembangunan wajib mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan hak masyarakat terdampak dan aspek lingkungan.













