“Sejalan dengan arah kebijakan nasional, negara harus hadir memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, Operasi Ketupat dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait. Operasi Ketupat Nala 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, yaitu mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026. Berdasarkan data tren selama Operasi Ketupat tahun lalu menunjukkan perkembangan positif, dimana pada tahun 2024 tercatat 232 kasus, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 190 kasus atau turun 18,1 persen. Hal serupa terjadi pada kecelakaan lalu lintas, yang menurun dari 44 kasus pada 2024 menjadi 31 kasus pada 2025 atau turun 29,5 persen,” kata Kapolda Bengkulu
Sebagai bagian dari antisipasi operasi, Polda Bengkulu telah melakukan pemetaan potensi kerawanan, meliputi 59 titik rawan kemacetan, 58 titik rawan bencana alam, 45 titik rawan laka lantas, dan 59 titik rawan kriminalitas. Dalam operasi ini akan diterjunkan 2.141 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait, didukung dengan 36 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di titik strategis.
Selain itu, akan dilaksanakan pengamanan terhadap 3.180 titik kegiatan masyarakat meliputi masjid, lokasi sholat Idul Fitri, dan tempat wisata, serta 68 objek penting seperti terminal, bandara, pelabuhan, pasar, dan pusat perbelanjaan.
“Dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan tersebut, Polda Bengkulu telah menyiapkan langkah mitigasi melalui rekayasa lalu lintas, apel siaga dan patroli gabungan, serta optimalisasi layanan polisi 110 yang gratis dan aktif 24 jam, agar masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian atau meminta bantuan polisi,”tambah Kapolda Bengkulu













