Alaku
Alaku

Keluhan Paket Seragam Rp3,8 Juta di MAN 1 Bengkulu Mencuat, Orang Tua Minta Ruang Pilihan

Namun, pihak MAN 1 Bengkulu sebelumnya telah menegaskan bahwa sekolah tidak mewajibkan siswa membeli seragam pada konveksi tertentu. Orang tua diberikan kebebasan untuk memesan seragam di tempat lain selama model dan spesifikasinya sesuai dengan ketentuan sekolah.

Sekolah juga menyatakan tidak memiliki nota kesepahaman (MoU) maupun kerja sama resmi dengan pihak konveksi. Hubungan yang terjalin disebut sebatas komunikasi biasa dan tidak mengikat secara hukum. Pihak sekolah memastikan tidak ada perlakuan berbeda terhadap siswa yang memilih membeli seragam di luar penyedia tersebut.

Saat hendak dikonfirmasi lebih lanjut pada Rabu (10/6/2026), Kepala MAN 1 Bengkulu, Dr. Hendri Kuswiran, tidak berada di sekolah.

“Bapak sedang keluar, tetapi kami tidak mengetahui ke mana,” kata petugas piket.

Sementara itu, pemilik usaha konveksi, Sumi Misya, membantah adanya kerja sama dengan pihak sekolah. Ia menjelaskan bahwa usahanya hanya menyediakan perlengkapan sekolah dalam bentuk paket lengkap dan tidak melayani pembelian satuan.

“Kami tidak bekerja sama dengan sekolah. Orang tua bebas membeli di mana saja. Kami hanya menyediakan paket lengkap, bukan per item,” ujarnya.

Menurut Sumi, pihaknya juga membuka ruang komunikasi bagi wali murid yang mengalami kendala pembayaran dan berupaya memberikan solusi sesuai kemampuan masing-masing.

Polemik ini menunjukkan pentingnya keterbukaan informasi dalam pengadaan kebutuhan sekolah. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan, sejumlah wali murid berharap adanya mekanisme yang lebih fleksibel sehingga kebutuhan siswa tetap terpenuhi tanpa menambah beban ekonomi keluarga secara berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *