Alaku
Alaku

Pekerjaan Proyek Drainase Air Daup Baru Capai 45 Persen, Bupati Rejang Lebong Minta Pekerjaan Dipercepat

REJANG LEBONG –Pekerjaan pembangunan drainase Air Daub di Desa Teladan kecamatan Curup Selatan yang berbatasan dengan kabupaten Kepahiang baru mencapai 45 persen hal ini terungkap saat bupati Rejang Lebong M Fikri bersama Ketua DPRD didampingi Kepala dinas PUPR dan staf  melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek, Senin (1/12/2025).

Bupati Fikri dalam pantauannya menilai progres pembangunan drainase cukup baik, namun mengingat curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir, ia meminta pihak kontraktor mempercepat pekerjaan, bahkan bila perlu melakukan lembur.

“Kita ingin proyek ini segera tuntas karena cuaca tidak menentu. Kontraktor harus mempercepat pekerjaan agar tidak menimbulkan kendala saat hujan deras,” tegas Bupati di lokasi.

Bupati M Fikri dan ketua DPRD Rejang Lebong melaksanakan Sidak Drainase Air Daup. (Foto:Is 1/12/2025)

Kadis PUPR Eko menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan masalah, baik secara fisik maupun administrasi. Proyek masih dalam tahap pengerjaan awal dan berjalan sesuai perencanaan. Hal senada disampaikan Kabid Bina Marga, Roni, yang menegaskan bahwa pihaknya akan menginstruksikan rekanan untuk menambah tenaga kerja bila diperlukan.
“Kami minta pekerjaan dipercepat. Jika tenaga kurang, akan kami perintahkan penambahan pekerja,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksana proyek CV Bintang Etsa Pratama, Leo Santiago, menyampaikan bahwa hambatan terbesar adalah kondisi cuaca. Ia menjelaskan bahwa progres baru mencapai sekitar 45 persen.
“Kalau cuaca panas, pekerjaan bisa tembus 70 persen. Namun karena hampir setiap hari hujan deras, progres baru mencapai 45 persen,” kata Leo. Ia menambahkan pihaknya akan menambah tenaga ahli agar proyek selesai tepat waktu.

Syopian, salah satu warga setempat, menyampaikan apresiasi atas pembangunan drainase tersebut. Menurutnya, sebelum proyek dimulai, air kerap meluap ke badan jalan setiap hujan turun.

“Sebelum ada drainase ini, air selalu melimpah ke jalan. Sekarang meski belum selesai, sudah tidak meluap lagi. Pekerjaannya juga bagus. Kami sebagai masyarakat ikut mengawasi agar hasilnya tidak asal-asalan,” ujarnya.

Proyek drainase ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir dan genangan yang selama ini menjadi keluhan warga di kawasan perbatasan tersebut.

Reporter : Ismail.  Editor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *