Kapolda juga menyampaikan pernyataan Wakil Presiden bahwa Polri saat ini tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, namun juga berperan aktif dalam mendukung produktivitas pertanian nasional. Wakil Presiden menilai kolaborasi yang sangat baik antara Polri, Kementan, Forkopimda, Bulog, masyarakat, gapoktan, kampus, swasta hingga pesantren telah terealisasikan.
Irjen Pol. Hengki pun berpesan dan menekankan komitmen Kapolri terkait peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kapolri menegaskan bahwa Polri terus berkomitmen dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama berbagai kementerian dan lembaga, instansi pemerintah, para pemangku kepentingan, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menyampaikan data yang disampaikan Kapolri mengenai potensi dan capaian Program Ketahanan Pangan Polri. Dari total luas 554.105 hektare, telah ditanami jagung yang terdiri dari 484.771 hektare lahan binaan Polri dan 69.334 hektare lahan baku sawah.
“Sesuai arahan Kapolri, hingga saat ini potensi program ketahanan pangan Polri telah mencapai total 1,19 juta hektare lahan jagung, terdiri dari 881.743 hektare lahan binaan Polri dan 313.941 hektare lahan baku sawah,” jelas Kapolda.
Pada lahan yang telah ditanam selama periode Januari hingga September 2025, dihasilkan 2,83 juta ton jagung, terjadi peningkatan hasil panen pada setiap kuartal. Kapolda juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara serentak di 33 titik lokasi dengan total luas lahan mencapai 208 hektare.













