Program penanggulangan tiga penyakit menular utama (AIDS, TBC, dan Malaria/ATM) di Provinsi Bengkulu kini memasuki babak baru dengan penguatan peran Forum Kemitraan Lintas Sektor. Forum ini, dilaksanakan di salah satu Hotel mewah, Jumat (10/10/2025), bertujuan memastikan efektivitas dan keberlanjutan program melalui kolaborasi yang lebih erat.
BENGKULU- Pertemuan ini melibatkan unsur pemerintahan, organisasi profesi kesehatan, BKKBN, media, hingga penggerak Posyandu. Kehadiran berbagai elemen ini dinilai penting untuk menyusun Rencana Aksi Kolaborasi Daerah (Renaksi) 2025–2030.
Kristy Wathini, Perwakilan Adinkes Pusat, dalam sambutannya menegaskan bahwa hanya melalui sinergi yang kuat program penanggulangan dapat berjalan optimal. “Melalui forum kemitraan ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media agar program penanggulangan penyakit menular berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Kristy.
Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, M.Si, menggarisbawahi komitmen daerah terhadap kerangka kerja kolaboratif ini. Menurutnya, Renaksi yang disusun harus menjadi landasan bersama untuk mewujudkan Bengkulu yang sehat.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen memperkuat sinergi dan inovasi agar program eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria tercapai sesuai target nasional,” tambah Khairil Anwar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah penguatan kemitraan yang akan mendorong implementasi kebijakan kesehatan daerah secara kolektif di masa mendatang.
Editor: Hasan.













