Alaku
Alaku

Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PMI Bengkulu Ajak Warga Tutup Krisis Stok Darah

Talk show edukatif yang menghadirkan dr. Henny Widiastuti dari Unit Donor Darah PMI Kota Bengkulu bersama Wakil Ketua PMI Kota Bengkulu, Iryanka Aditya.(Foto : Hs 14/6/2026)

BENGKULU– Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 menjadi momentum bagi PMI Kota Bengkulu untuk menyuarakan persoalan serius yang masih dihadapi daerah ini, yakni kekurangan pasokan darah hingga ratusan kantong setiap bulan. Melalui aksi donor darah yang digelar di Bencoolen Mall Bengkulu, Minggu (14/6/2026), PMI mengajak masyarakat memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan menjadi pendonor darah sukarela.

Kegiatan yang mengusung semangat menyelamatkan nyawa tersebut menargetkan pengumpulan 100 kantong darah. Namun di balik target itu, tersimpan fakta bahwa kebutuhan darah di Kota Bengkulu masih jauh lebih besar dibandingkan ketersediaan stok yang ada.

Wakil Ketua PMI Kota Bengkulu, Iryanka Aditya, mengatakan kebutuhan darah di Kota Bengkulu mencapai 1.200 hingga 2.000 kantong setiap bulan. Sementara darah yang berhasil dihimpun dari pendonor sukarela rata-rata hanya berkisar 800 hingga 1.000 kantong per bulan.

Akibatnya, PMI masih menghadapi defisit sekitar 400 kantong darah setiap bulan. Kondisi ini menjadi tantangan serius, terutama bagi pasien yang bergantung pada transfusi darah rutin untuk bertahan hidup.

“Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan rutin mendonorkan darah karena setetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan banyak nyawa,” kata Iryanka.

Antusias warga Bengkulu untuk mendonorkan darahnya di Bencoolen Mall.(Foto : Hs 14/6/2026)

Menurutnya, golongan darah O menjadi yang paling banyak dibutuhkan sekaligus paling cepat habis. Permintaan tinggi juga terjadi pada golongan darah A, B, dan AB.

Kebutuhan darah yang besar salah satunya berasal dari sekitar 100 hingga 150 anak penderita thalassemia di Kota Bengkulu. Mereka harus menjalani transfusi darah secara berkala dengan kebutuhan tiga hingga empat kantong darah setiap tiga minggu.

Dalam kegiatan tersebut, PMI memberikan paket beras 5 kilogram dan voucher dari sponsor Zaskia Meka sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor yang berpartisipasi.

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia juga diisi dengan talk show edukatif yang menghadirkan dr. Henny Widiastuti dari Unit Donor Darah PMI Kota Bengkulu bersama Wakil Ketua PMI Kota Bengkulu, Iryanka Aditya.

dr. Henny menegaskan masyarakat tidak perlu takut untuk mendonorkan darah. Sebab, setiap calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan layak dan aman.

“Donor darah aman dilakukan karena setiap pendonor diperiksa terlebih dahulu. Selain membantu sesama, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh,” ujar dr. Henny.

Ia menjelaskan, donor darah dapat membantu mengurangi penumpukan zat besi berlebih yang berisiko memicu penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Selain itu, proses donor juga merangsang tubuh memproduksi sel-sel darah baru yang lebih sehat dan kaya oksigen.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026, PMI Kota Bengkulu berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor rutin semakin meningkat. Sebab, setiap kantong darah yang terkumpul bukan sekadar stok di bank darah, melainkan harapan hidup bagi pasien yang setiap hari menunggu bantuan kemanusiaan dari para pendonor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *