Alaku
Alaku

Reses DPRD Bengkulu, Warga Bumi Ayu Keluhkan Banjir, Air Bersih hingga Listrik

Teuku Zulkarnain, Wakil ketua DPRD Provinsi Bengkulu, saat melaksanakan reses masa sidang ke II tahun 2026 di Kelurahan Bumi Ayu.(Foto: Hs 17/7/2026)

BENGKULU-  Berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan dasar mencuat dalam reses masa sidang II Tahun 2026 Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Jumat (17/7/2026) malam. Warga menyampaikan keluhan mulai dari banjir, minimnya penerangan jalan, krisis air bersih, hingga tegangan listrik rendah yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Teuku Zulkarnain, menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan segera ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Untuk persoalan tegangan listrik yang rendah, pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan PLN. Sementara penanganan banjir akan diproses setelah adanya usulan resmi dari ketua RT dan RW yang diketahui lurah sebagai dasar tindak lanjut.

Keluhan mengenai lampu penerangan jalan juga akan segera diinventarisasi. Jika bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bengkulu, usulan tersebut akan diteruskan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu. DPRD juga akan mengakomodasi permintaan pemasangan polisi tidur di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, khususnya di kawasan yang dilalui para pelajar.

Menurut Teuku, seluruh aspirasi yang disampaikan warga merupakan kebutuhan dasar yang sudah seharusnya dipenuhi pemerintah. Permasalahan tersebut tidak berkaitan dengan proyek berskala besar, melainkan menyangkut pelayanan publik yang hingga kini belum maksimal.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kampung Melayu yang memiliki jumlah penduduk cukup besar. Saat ini, kawasan tersebut hanya memiliki tiga SMA. Untuk mengantisipasi lonjakan penerimaan peserta didik pada tahun ajaran mendatang, DPRD bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mendorong penambahan ruang kelas sebagai solusi jangka pendek, sembari mengkaji pembangunan sekolah baru sesuai kebutuhan dan ketersediaan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *