Alaku
Alaku

Starbuck coffee Dorong Kopi Sumatra Naik Kelas, dari Bengkulu ke Pasar Global

Bincang Kopi bersama owner Starbuck Coffe dan owner Tomorow Coffe saat pelepasan Ekspor perdana kopi Bengkulu di Kepahiang. (Foto : Hs/9/2026)

Bagi pelaku UMKM, coffee tasting<span;> menjadi lebih dari sekadar kegiatan menikmati kopi. Forum ini memperkenalkan bagaimana kualitas biji kopi dapat menentukan nilai jual sekaligus membentuk identitas sebuah produk.

Ardan menjelaskan, sedikitnya ada empat faktor fundamental yang perlu diperhatikan dalam penyeduhan kopi. Salah satunya adalah

proportion,yakni perbandingan antara kopi dan air.

Dalam praktiknya, sekitar 15 gram kopi digunakan untuk 270 mililiter air. Perbandingan tersebut menjadi salah satu faktor yang menentukan keseimbangan rasa.

Faktor berikutnya adalah grind atau tingkat kehalusan gilingan. Kopi yang digiling halus akan memiliki proses ekstraksi berbeda dengan kopi yang digiling kasar. Perbedaan itu pada akhirnya memengaruhi karakter rasa dalam cangkir.

Untuk metode French press, misalnya, digunakan gilingan yang lebih kasar. Metode ini relatif sederhana sehingga dapat diterapkan masyarakat di rumah tanpa membutuhkan peralatan yang rumit.

Tak kalah penting adalah kualitas air. Air dengan karakter rasa atau mineral tertentu dapat memengaruhi hasil akhir seduhan. Karena itu, pemilihan air menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi cita rasa kopi.

Sementara suhu air yang direkomendasikan berada pada kisaran 91–96 derajat Celsius. Pesan besarnya sederhana: kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh bijinya, tetapi juga bagaimana kopi tersebut diperlakukan.

Di sinilah peluang UMKM kopi terbuka. Kopi lokal tidak cukup hanya dijual sebagai minuman. Nilai tambah dapat dibangun melalui kualitas, konsistensi, pengolahan, penyajian, hingga kemampuan membangun merek.

Penulis: HasanEditor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *