BENGKULU– Persoalan ribuan warga Kota Bengkulu yang belum terlindungi program BPJS Kesehatan menjadi sorotan utama dalam reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, di Kecamatan Muara Bangkahulu. Kondisi tersebut dinilai harus segera ditangani agar masyarakat tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.
Reses yang dihadiri perwakilan kelompok bank sampah dari Kecamatan Muara Bangkahulu, Teluk Segara, Sungai Serut, dan sejumlah kecamatan lainnya itu mengungkap masih banyak warga yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, baik melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Selain itu, banyak kartu BPJS milik warga yang sudah tidak aktif sehingga tidak dapat digunakan saat membutuhkan pelayanan medis.
Usin menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menambah alokasi anggaran melalui APBD Provinsi maupun APBD Kota Bengkulu agar seluruh warga yang belum tercover atau memiliki kepesertaan BPJS tidak aktif dapat kembali memperoleh jaminan kesehatan.
Selain BPJS, masyarakat juga meminta peningkatan fasilitas kesehatan, mulai dari pengembangan klinik, pembenahan rumah sakit, hingga peningkatan kualitas pelayanan.
Aspirasi lain yang mengemuka adalah perbaikan jaringan irigasi di sejumlah wilayah Kota Bengkulu. Seluruh usulan itu akan dibawa dalam pembahasan DPRD sebagai bahan penyusunan program pembangunan dan tindak lanjut bersama pemerintah daerah.













