Sekolah Lansia Merah Putih membekali peserta mengenali penipuan siber, memverifikasi informasi, dan menggunakan gawai secara aman.
BENGKULU- Sebanyak 70 peserta Sekolah Lansia Merah Putih Kelurahan Lingkar Barat mendapat pembekalan literasi digital dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bengkulu, Jumat (7/8/2026).
Program kolaborasi bersama DP3AP2KB Kota Bengkulu itu difokuskan untuk memperkuat kemampuan lansia menghadapi maraknya hoaks, penipuan daring, dan penyalahgunaan informasi di ruang digital.
Dalam pertemuan ke-9 yang digelar di Gedung PNPM Pepabri Lingkar Barat, Korwil Mafindo Bengkulu, Fonika Thoyib, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan bahwa telepon pintar memberi banyak manfaat bagi lansia, mulai dari menjaga komunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi kesehatan, hingga menunjang aktivitas ibadah. Namun, ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut juga dibarengi ancaman penipuan, disinformasi, dan pencurian data pribadi yang harus diwaspadai.
Para peserta mengaku materi tersebut sangat relevan karena kejahatan digital kini semakin sering menyasar kelompok usia lanjut. Pembekalan dinilai menjadi bekal penting agar lansia tidak mudah percaya terhadap informasi menyesatkan maupun berbagai modus penipuan yang beredar melalui telepon seluler.
Relawan Mafindo Bengkulu, Rafinita Aditia, M.I.Kom., kemudian mengajak peserta mengenali ciri-ciri hoaks, seperti judul yang provokatif, ajakan menyebarkan informasi tanpa verifikasi, sumber yang tidak jelas, hingga penggunaan foto lama untuk menyesatkan publik. Peserta juga dilatih memeriksa kebenaran informasi melalui layanan cek fakta serta memanfaatkan fitur-fitur digital, seperti panggilan video, pesan suara, dan pencarian informasi edukatif di YouTube.













