BENGKULU- Danrem 041/Garuda Emas (Gamas) Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara TNI dan insan pers untuk menjaga akurasi informasi serta mewujudkan pemberitaan yang berimbang. Sinergi kedua pihak dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penegasan tersebut disampaikan Jatmiko dalam kegiatan coffee morning bersama insan pers di Bengkulu. Senin (19/10). Pertemuan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat kemitraan profesional, serta membuka ruang koordinasi antara jajaran Korem 041/Gamas dan media.
Dalam kegiatan itu, Danrem didampingi Kasrem Kolonel Edision S. Sinabutar dan Kasi Intel Kolonel Kav. Budiman. Hadir pula Ketua PWI Provinsi Bengkulu Marsal Abadi, Ketua AJI Bengkulu Demon Fajri, serta sejumlah pimpinan asosiasi penerbit dan media di Provinsi Bengkulu.
Jatmiko menegaskan, hubungan TNI dan media harus dibangun melalui komunikasi yang baik, keterbukaan, dan saling menghormati peran masing-masing. TNI dan pers memiliki tugas berbeda, tetapi keduanya dapat berkontribusi dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Menurutnya, media tetap harus menjalankan fungsi jurnalistik secara independen, kritis, dan profesional. Di sisi lain, TNI terbuka terhadap komunikasi dan permintaan klarifikasi dari wartawan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kalau ada informasi atau persoalan yang berkaitan dengan satuan TNI, silakan berkoordinasi dan melakukan konfirmasi. Kami membuka ruang komunikasi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” demikian penekanan Danrem dalam pertemuan tersebut.













