Alaku
Alaku

Gol Argentina, Antrean Bengkulu

Ada dua peristiwa yang terjadi hampir bersamaan.

Yang satu membuat orang bersorak. Yang satu lagi membuat orang mengeluh.

Argentina menyingkirkan Inggris. Gol kemenangan lahir di menit-menit akhir. Orang yang menonton bola tahu, keajaiban kadang datang di ujung waktu.

Di Bengkulu, antrean Bio Solar juga berlangsung sampai menit-menit akhir. Bedanya, tidak ada gol kemenangan. Yang ada hanya deretan truk, pikap, angkutan, dan wajah-wajah lelah menunggu nozzle SPBU kembali mengalirkan solar.

Di sepak bola, ketika tim kalah, pelatih datang ke ruang konferensi pers. Menjelaskan apa yang terjadi. Salah atau benar urusan belakangan. Yang penting publik mendapat penjelasan.

Di Bengkulu, itulah yang sedang ditunggu masyarakat dari Pertamina.

Bukan sekadar tambahan kuota.

Bukan sekadar angka 107 ribu kiloliter.

Bukan sekadar penjelasan bahwa pasokan aman.

Yang ingin diketahui masyarakat jauh lebih sederhana.

Kalau stok aman, mengapa antrean tetap panjang?

Kalau distribusi lancar, mengapa sopir harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain?

Kalau persoalan pelabuhan sudah selesai, mengapa masalahnya belum ikut selesai?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan diam.

Karena ruang kosong selalu diisi spekulasi.

Wakil Ketua I DPRD Bengkulu, Teuku Zulkarnain, memilih berbicara keras. Ia meminta Pertamina membuka data stok dan distribusi. Bahkan mengusulkan pembentukan tim gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, hingga Pertamina sendiri.

Usulan itu menarik.

Bukan karena ingin mencari kambing hitam.

Editor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *