REJANG LEBONG – Gorong-gorong di dekat Simpang Taman Siswa, Kelurahan Talang Rimbo, tepat di depan Masjid Darussalam, nyaris jebol akibat tingginya tekanan arus air drainase yang tak lagi tertampung serta beban kendaraan bertonase berat yang melintas. Kondisi ini langsung ditinjau oleh Bupati Rejang Lebong bersama Kepala Dinas PUPR, Plt. Kadis PUPR Eko, serta Wakil Ketua DPRD Vera.
Peninjauan dilakukan setelah masyarakat melaporkan kerusakan yang semakin parah sejak truk dan dump truck pengangkut batu dan pasir memilih jalan tersebut akibat penutupan Jalan Suprapto Talang Rimbo. Kendaraan-kendaraan bertonase besar itu melintas setiap hari, sementara konstruksi gorong-gorong hanya dirancang untuk beban maksimal lima ton.
Plt. Kadis PUPR Rejang Lebong, Eko, menjelaskan bahwa kerusakan ini terjadi karena tonase kendaraan yang jauh melebihi kapasitas. “Gorong-gorong itu kekuatannya tidak sampai lima ton, tetapi kenyataannya dilewati truk dengan tonase di atas tujuh ton. Jadi, wajar kalau struktur bangunan tidak mampu menahan beban,” ujarnya.
Dinas PUPR memastikan sedang mencari solusi cepat agar jalur tersebut kembali aman dilalui kendaraan. Upaya perbaikan darurat tengah disiapkan sambil menunggu rencana penguatan konstruksi permanen untuk mencegah kerusakan berulang.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya PUPR, Pani, menegaskan bahwa kerusakan gorong-gorong bukan sepenuhnya akibat pengalihan arus lalu lintas karena proyek drainase. Ia mempertanyakan alasan truk melalui jalur tersebut, padahal masih tersedia alternatif seperti Jalan Kartini. “Truk-truk itu sebenarnya bisa melewati Jalan Kartini. Mengapa tetap memilih lewat sini?” ujarnya.
Hingga kini, petugas pengawasan lapangan terus memonitor kondisi gorong-gorong sambil menyiapkan pembatasan tonase untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Reporter: Ismail. Editor: Hasan.













