Dari sisi ekonomi, Bengkulu mencatat pertumbuhan 5,11 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi. Pada periode yang sama, kredit investasi tumbuh 25,87 persen secara tahunan, mencerminkan peningkatan pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha dan kapasitas produksi.
Sejumlah komoditas unggulan, seperti kopi, kelapa sawit, karet, batu bara, dan gaharu, menjadi sasaran pengembangan investasi dan perluasan pasar ekspor. Penguatan kualitas produk, pengembangan usaha, dan perluasan akses pasar internasional dinilai penting untuk meningkatkan daya saing komoditas Bengkulu.
Salah satu capaian yang menjadi pijakan ialah ekspor perdana 19,2 ton kopi robusta Bengkulu ke Italia. Pengiriman tersebut membuka peluang perluasan pasar kopi lokal sekaligus memperkuat posisi komoditas Bengkulu dalam perdagangan internasional.
Selain perdagangan, sektor pariwisata juga ditawarkan sebagai peluang investasi. BI bersama pemerintah daerah mendorong penyusunan peta jalan pariwisata dan buku paket wisata untuk memperjelas peluang pengembangan destinasi dan menarik mitra bisnis. Promosi wisata turut diperluas melalui pelibatan lebih dari 110 kreator konten.
Melalui BRIEF 2026, BI mendorong agar pertemuan pemerintah, investor, dan pelaku usaha menghasilkan tindak lanjut yang terukur. Tantangannya bukan sekadar menarik perhatian investor, melainkan memastikan penjajakan kerja sama berlanjut menjadi proyek nyata yang membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas, dan memperkuat perekonomian Bengkulu.engkuli













