REJANG LEBONG- Jalan Pembangunan, Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan, berubah bak kolam setiap hujan deras. Genangan air bahkan dilaporkan mencapai lutut orang dewasa dan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan yang dinilai tuntas dari Dinas PUPRPKP Rejang Lebong.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan penutupan drainase sepanjang sekitar 10 meter di kawasan itu. Warga Dusun 4 dan 5 menyebut persoalan tersebut telah berulang kali dikeluhkan, tetapi hingga kini belum ada solusi nyata.
“Setiap hujan deras jalan seperti kolam. Sudah bertahun-tahun kami keluhkan, yang kami dapat cuma janji,” ujar Waldi, warga Dusun 4, Sabtu (3/10/2026).
Bukan sekadar mengganggu aktivitas warga, genangan juga mempercepat kerusakan badan jalan. Aspal mengelupas dan berlubang sehingga pengendara harus ekstra waspada ketika melintas, terutama saat hujan deras.
“Sampai hari ini, jangankan memperbaiki, berkunjung pun tidak. Kami tidak butuh janji, kami butuh bukti nyata,” tegas warga lainnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terhadap kinerja PUPRPKP Rejang Lebong. Pasalnya, persoalan drainase bukan terjadi sehari atau dua hari, sementara anggaran pemeliharaan bangunan air kotor dan sistem drainase tetap tersedia setiap tahun.
Data yang dihimpun menunjukkan, pada 2025 terdapat anggaran Pemeliharaan Bangunan Air Kotor untuk wilayah Curup Selatan, Curup Utara, dan Curup Timur sebesar Rp192 juta. Pos serupa untuk wilayah Curup dan Curup Tengah juga mencapai Rp192 juta.
Pada 2026, anggaran Beban Pemeliharaan Bangunan Air Kotor/Operasi dan Pemeliharaan Sistem Drainase Lingkungan tercatat sebesar Rp620 juta.













