REJANG LEBONG- Warga di Kabupaten Rejang Lebong kini menikmati ruas jalan yang mulus setelah Pemerintah Provinsi Bengkulu menuntaskan pembangunan sejumlah jalur strategis. Perbaikan ini menjawab keluhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi jalan rusak dan berlubang.
Ruas Air Lang–Desa Apur serta Palak Curup–SP III Karang Baru yang sebelumnya sulit dilalui, kini lancar dan aman. Jalur tersebut merupakan akses utama warga menuju kebun, mengangkut hasil panen, hingga penghubung antarwilayah.
Kepala Desa Air Lang, Jumari, menyebut perbaikan itu sebagai penantian panjang masyarakat. Menurutnya, jalan tersebut juga menjadi poros alternatif menuju Kabupaten Kepahiang melalui Bengko sehingga sangat vital bagi aktivitas warga.
Camat Binduriang, Eliyenti, menegaskan ruas Palak Curup–SP III Karang Baru merupakan jalur utama ekonomi masyarakat. Ia mengaku mengetahui kondisi jalan itu sejak lama karena merupakan kampung halamannya.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, meninjau langsung proyek yang telah rampung. Ia memastikan pembangunan infrastruktur memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ruas Palak Curup–SP III Karang Baru dibangun sepanjang 7,09 kilometer dengan anggaran Rp19,2 miliar. Sementara ruas Air Lang–Desa Apur direkonstruksi sepanjang 5,45 kilometer senilai Rp22,5 miliar.
Selain itu, rekonstruksi Jalan Dr. A. Gani–Tabarenah sepanjang 2,72 kilometer menelan anggaran Rp13,1 miliar, serta Jalan PUT–Kota Padang–Derati–Tanjung Ening (batas Sumsel) sepanjang 33,32 kilometer dengan anggaran Rp53,6 miliar.
Total anggaran infrastruktur jalan di Rejang Lebong pada 2025 mencapai Rp108,6 miliar dan akan dilanjutkan tahun ini. Pemerintah menegaskan pembangunan dilakukan bertahap dengan prioritas kebutuhan masyarakat.
Kini, akses yang lebih baik tak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi desa dan membuka harapan baru bagi warga.
Editor: Hasan.













