Alaku
Alaku

BI: Kopi Bengkulu Harus Berani Rebut Pasar Global

Wahyu Yuwana Hidayat, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu.(Foto : Hs 8/9/2026)

REJANG LEBONGBank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mendorong petani dan pelaku usaha kopi berani merebut pasar global. Kopi Bengkulu dinilai memiliki kualitas dan potensi besar untuk diekspor, tetapi peluang tersebut harus diikuti penguatan kualitas, ketertelusuran produk, serta branding agar nama Bengkulu semakin dikenal di pasar internasional.

Dorongan itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dalam Pelatihan Wartawan yang digelar di salah satu hotel di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 wartawan yang bertugas di Provinsi Bengkulu. BI juga menghadirkan wartawan ekonomi Angga Sukmawijaya dari kumparan secara daring untuk memberikan perspektif mengenai tantangan dan prinsip jurnalisme ekonomi.

Menurut BI, ekspor perdana kopi robusta Bengkulu ke Italia yang dilepas di Kabupaten Kepahiang, Senin (7/9/2026), bukan sekadar aktivitas perdagangan. Ekspor tersebut menjadi momentum untuk membuktikan kualitas kopi Bengkulu sekaligus membangun identitas daerah di pasar internasional.

Selama ini, kata Wahyu, masih muncul anggapan bahwa Bengkulu merupakan salah satu daerah penghasil kopi, tetapi daerah lain lebih dikenal karena memiliki branding yang lebih kuat.

“Selama ini sering kita dengar, kita yang menanam kopi, Lampung yang punya nama. Ternyata itu bukan ilusi. Insyaallah nama Bengkulu bisa kita bangun,” ujar Wahyu.

Namun, keberanian menembus pasar ekspor harus dibarengi dengan kualitas yang konsisten. Kopi tidak cukup hanya memiliki rasa yang baik, tetapi juga harus memenuhi standar pasar internasional.

Penulis: HasanEditor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *