REJANG LEBONG – Polemik antara PT Pabana dan para sopir yang menuntut penyelesaian hak-haknya masih berlarut-larut. Hingga kini, para sopir mengaku belum menerima kepastian maupun realisasi hasil pertemuan yang sebelumnya telah dilakukan dengan pihak perusahaan.
Salah seorang koordinator sopir menegaskan bahwa hingga berita ini diterbitkan belum ada penyelesaian konkret dari PT Pabana. Para sopir masih menunggu tindak lanjut yang dijanjikan perusahaan.
“Kami masih menunggu hasil pertemuan dengan pihak PT Pabana sampai Senin ini. Saat pertemuan, pihak perusahaan menyatakan menyetujui tuntutan dan berjanji akan merealisasikannya keesokan hari. Namun sampai sekarang belum ada penyelesaian. Baik pihak perusahaan maupun Disnaker belum ada yang menghubungi kami,” ujarnya.
Upaya konfirmasi kepada pihak PT Pabana juga belum membuahkan hasil. Pendi alias Pen, yang disebut sebagai salah satu penanggung jawab di basecamp perusahaan, belum memberikan tanggapan. Sementara itu, Direktur atau Manajer PT Pabana, Zony, juga belum memberikan jawaban meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerhati buruh di Kabupaten Rejang Lebong, Chik Ola. Ia menilai persoalan ketenagakerjaan semestinya tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa mediasi yang jelas.
Menurutnya, dahulu terdapat forum Tripartit di Kabupaten Rejang Lebong yang melibatkan pemerintah daerah, Dinas Tenaga Kerja, serikat pekerja, dan instansi terkait untuk menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan.
“Ketika ada persoalan seperti ini, semua pihak duduk bersama untuk mencari solusi. Mekanisme seperti itu perlu diaktifkan kembali agar masalah tidak berlarut-larut dan merugikan pekerja,” katanya.













