Alaku
Alaku

Kejanggalan Data Peserta Didik, PKBM Yayasan Pelita Abadi Rejang Lebong Disorot

Kantor Dewan Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong yang digunakan PKBM Abadi. (Foto: google,12/10/2025).

Tahun ajaran 2023/2024 semester genap: 129 peserta

Tahun ajaran 2024/2025 semester ganjil: 65 peserta

Sekretaris Disdikbud Rejang Lebong, Hanapi, membenarkan adanya kejanggalan tersebut. Ia mengatakan, hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan bersama Kabid PKBM menunjukkan sebagian data peserta tidak ditemukan di lapangan. “Dari hasil sidak, banyak yang kami coret karena orangnya tidak ada. Dari ratusan peserta, tersisa hanya sekitar 30 hingga 50 orang,” ungkapnya.

Eks Kepala Disdikbud, Nopriyanto, juga mengonfirmasi telah memerintahkan sidak. “Dari 100 lebih nama, yang benar-benar ada hanya 65 orang. Kalau tidak ada orangnya, ya harus dicoret,” ujarnya.

Terkait penggunaan rumah Dewan Pendidikan sebagai kantor yayasan, Nopriyanto menyebut dirinya hanya memberi izin, bukan menyuruh. “Saya hanya mempersilakan karena mungkin mereka habis kontrak. Asal dijaga dan dibersihkan,” katanya.Minggu (12/10/2025).

Data sarana prasarana Yayasan Pelita Abadi mencatat adanya 3 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang ibadah, 3 toilet, 1 ruang sirkulasi, dan 1 bangunan utama.

Sebelumnya, kasus serupa juga mencuat di PKBM Ratu Rafa di Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, tahun ajaran 2022–2023. Dugaan manipulasi data peserta didik muncul setelah ditemukan ketidaksesuaian antara laporan administrasi dan kondisi lapangan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.

Reporter: Ismail. Editor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *