Aksi tersebut kini menjadi ujian terbuka bagi Pemkab Seluma. Massa menuntut pemerintah tidak lagi sekadar memberikan janji atau pernyataan lisan.
Mereka meminta keputusan tertulis, komitmen anggaran, dan langkah konkret untuk menyelesaikan utang fisik dan nonfisik tahun anggaran 2024.
Jika tuntutan kembali tidak mendapatkan kepastian, gelombang aksi pada 2 September berpotensi menjadi tekanan politik dan publik yang jauh lebih besar terhadap pemerintah daerah.











