BENGKULU- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menargetkan manajemen talenta menjadi instrumen untuk menyiapkan kader-kader Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik yang memiliki kompetensi dan potensi untuk mengisi kebutuhan jabatan strategis pemerintahan.
Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat menghadiri Pendampingan Pembangunan Manajemen Talenta yang diikuti Pemkot Bengkulu, Pemkab Kepahiang, dan Pemkab Rejang Lebong di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (8/10/2026).
Dedy menilai manajemen talenta akan memudahkan kepala daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) memetakan ASN berdasarkan kompetensi, potensi, dan rekam jejak. Dengan demikian, proses kaderisasi tidak berjalan tanpa arah, tetapi disiapkan sesuai kebutuhan organisasi dan visi-misi pemerintah daerah.
“Ini memudahkan bagi PPK untuk melihat kader-kader terbaik ke depannya,” kata Dedy.
Ia meminta jajaran Pemkot Bengkulu serius memahami dan menerapkan materi pendampingan tersebut. Menurutnya, manajemen talenta harus segera diadopsi agar proses penyiapan kader ASN dapat berjalan efektif.
“Materi yang disampaikan nanti tolong teman-teman resapi dan pahami betul. Harus kita adopsi,” tegasnya.
Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang Heni Sri Wahyuni mengatakan pembangunan manajemen talenta menjadi langkah awal bagi tiga instansi untuk membangun sistem kaderisasi ASN. BKN berperan memberikan pendampingan, sedangkan pelaksanaan dan tindak lanjut menjadi tanggung jawab masing-masing instansi.
Heni meminta seluruh instansi bergerak sesuai target waktu yang telah ditetapkan. “Jangan ada yang lambat, kita sudah punya target waktu. Semoga kita bisa menyelesaikan sama-sama,” ujarnya.













