BENGKULU TENGAH – Upaya peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terus digencarkan. Salah satu inisiatif datang dari mahasiswa Pascasarjana PAI Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu angkatan 2024/2025 yang menyelenggarakan seminar bertajuk “Revitalisasi Pembelajaran PAI: Strategi Inovatif untuk Meningkatkan Partisipasi dan Pemahaman Siswa”, Senin, 19 Mei 2025, di MAN Insan Cendekia (IC) Bengkulu Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan diikuti lebih dari 100 peserta, meliputi guru, siswa, hingga kalangan akademisi. Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk dosen, praktisi pendidikan, serta guru PAI berprestasi.
Ketua pelaksana kegiatan, Sulhani, menyatakan bahwa seminar ini menjadi wadah dialog dan berbagi praktik terbaik dalam pengajaran agama Islam. “Kami ingin mendorong transformasi pembelajaran PAI agar tidak hanya berorientasi pada hafalan, melainkan juga membentuk karakter serta berdampak nyata dalam kehidupan siswa,” jelasnya.
Beberapa strategi inovatif yang diangkat dalam seminar antara lain pemanfaatan media digital, penerapan project-based learning, serta integrasi nilai-nilai lokal ke dalam materi ajar. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi simulasi pembelajaran berbasis teknologi dan refleksi spiritual.
Kepala MAN IC Bengkulu Tengah, Julita, menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kolaborasi antara dunia perguruan tinggi dan madrasah dapat terus diperkuat. “Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan tantangan pembelajaran masa kini. Sinergi ini harus dijaga demi kemajuan pendidikan Islam,” ungkapnya.
Seminar ditutup dengan komitmen kolektif dari para peserta untuk terus mengembangkan metode pembelajaran PAI yang kontekstual, adaptif, dan menyentuh aspek kehidupan nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi gerakan literasi keagamaan yang progresif dan inklusif di dunia pendidikan.













