BENGKULU– Sebanyak 81 pengurus dari sembilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kota Bengkulu resmi dilantik di Gedung DPD PDIP Provinsi Bengkulu, Selasa (19/5/2026). Pelantikan menjadi bagian dari konsolidasi politik partai untuk memperkuat mesin organisasi menghadapi Pemilu 2029.
Prosesi pelantikan dipimpin pengurus DPD PDIP Provinsi Bengkulu, Sonti Bakara, dan dihadiri Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu sekaligus Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Edwar Samsi, Anggota DPRD Provinsi Sri Rezeki, para ketua DPC kabupaten/kota, serta sesepuh partai.
Ketua DPC PDIP Kota Bengkulu, Dodi Sukardi, mengatakan seluruh PAC di Kota Bengkulu kini telah resmi terbentuk dan dikukuhkan. Setelah pelantikan ini, partai akan melanjutkan pembentukan ranting dan anak ranting hingga tingkat bawah.
“Target politik kami pada Pemilu 2029 jelas, yakni merebut unsur pimpinan DPRD Kota Bengkulu. Karena itu seluruh kader harus solid, kompak, dan terus bergerak di tengah masyarakat,” ujar Dodi.
Menurutnya, pelantikan pengurus PAC menjadi langkah awal memperkuat konsolidasi internal sekaligus memanaskan mesin partai menjelang kontestasi politik mendatang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu Bidang Pemenangan Pemilu, Edwar Samsi, menegaskan pelantikan PAC merupakan bagian penting dari penguatan struktur organisasi di tingkat kecamatan.
Ia menyebut seluruh pengurus PAC telah melalui proses seleksi sebelum diterbitkan surat keputusan (SK) oleh ketua DPD partai.
“Ke depan target kami lebih besar. Selama ini setiap daerah pemilihan baru mampu meraih satu kursi. Pada Pemilu Legislatif mendatang, kami menargetkan minimal satu hingga dua kursi di setiap dapil agar PDIP bisa menjadi pimpinan legislatif,” kata Edwar.
Edwar juga meminta seluruh kader aktif turun ke masyarakat untuk membangun komunikasi langsung dengan warga dan memperjuangkan persoalan rakyat melalui fraksi maupun kepala daerah yang diusung partai.
Menurutnya, partai harus hadir di tengah masyarakat tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat sehari-hari.













