BENGKULU- Tempat hiburan malam (THM) di Kota Bengkulu kembali tercoreng. Keributan antar rombongan pengunjung di sebuah kafe kawasan Padang Jati Kecamatan Ratu Samban, Rabu dini hari (20/5/2026), berujung dugaan pengeroyokan, pengancaman senjata tajam (sajam), hingga saling lapor ke polisi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu viral di media sosial setelah muncul informasi adanya pengunjung bertato yang diduga membawa pisau ke dalam lokasi hiburan malam. Dugaan tersebut memicu sorotan publik lantaran peristiwa terjadi tak lama setelah tempat hiburan itu sempat disidak anggota DPRD Provinsi Bengkulu terkait pengawasan keamanan dan ketertiban pengunjung.
Informasi yang dihimpun menyebut pria yang diduga membawa sajam merupakan seorang mahasiswa dan anak anggota polisi aktif yang bertugas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Keributan diduga bermula dari cekcok antar pengunjung di dalam kafe. Situasi kemudian memanas hingga berubah menjadi aksi saling pukul. Berdasarkan laporan polisi, salah satu pihak diduga menyerang korban menggunakan gelas dan botol hingga menyebabkan sejumlah orang mengalami luka di bagian kepala, wajah, dan tubuh.
Tak hanya itu, salah satu korban mengaku sempat diancam menggunakan pisau di area kafe. Bentrokan pun meluas dan melibatkan beberapa orang dari kedua kubu sebelum akhirnya diredam.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah korban harus menjalani visum dan perawatan medis di rumah sakit.
Kasus ini kini berujung saling lapor. Salah satu laporan tercatat di Polsek Ratu Samban dengan nomor LP/B/23/V/2026. Sementara laporan lainnya diterima Polresta Bengkulu dengan nomor LP/B-266/V/2026/SPKT/SAT RESKRIM/POLRESTA BENGKULU/POLDA BENGKULU.













