Alaku
Alaku

Dikbud Bengkulu Perang Lawan Korupsi, Bentuk Tim Sekolah Aman hingga 2030

Kadis Dikbud Bengkulu, Zulhendri tegaskan Perang Lawan Korupsi dilingkungan pendidikan. (Foto: Dok Ist 22/5/2026)

BENGKULU- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu menegaskan komitmen memberantas praktik korupsi di lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat budaya sekolah aman dan nyaman hingga tahun 2030.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Internalisasi Pendidikan Anti Korupsi dan Pembangunan Sekolah Aman dan Nyaman Tahun 2026 yang digelar di BPMP Provinsi Bengkulu, Jumat (22/5/2026).

Kepala Dikbud Bengkulu, Zulhendri, menegaskan pendidikan antikorupsi menjadi langkah penting dalam membangun karakter moral, integritas, serta mencegah berbagai bentuk kecurangan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, dunia pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi berkarakter dan agen perubahan yang mampu menanamkan budaya antikorupsi di sekolah maupun masyarakat.

Selain fokus pada pendidikan antikorupsi, Dikbud Bengkulu juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari warga sekolah, orang tua, hingga media.

Sebagai langkah nyata, seluruh pejabat di lingkungan pendidikan Provinsi Bengkulu pada 4 Mei 2026 telah menandatangani surat pernyataan penolakan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi. Penandatanganan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kepala satuan pendidikan.

Dikbud Bengkulu juga telah menyusun Surat Keputusan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) masa bakti 2026–2030 yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor I.192.DIKBUD Tahun 2026.

Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan dukungan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 guna memperkuat program sosialisasi dan pendampingan budaya sekolah aman dan nyaman hingga ke seluruh satuan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *