Alaku
Alaku

BI Dorong LCT dan Digitalisasi untuk Perkuat Ekonomi Bengkulu

Wahyu Yuana, ( nomor 2 dari kiri) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. (Foto : Hs 28/7/2026)

BENGKULU- Bank Indonesia (BI) mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha di Bengkulu memperluas penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dan sistem pembayaran digital sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuana, mengatakan skema LCT memungkinkan transaksi perdagangan dengan negara mitra dilakukan menggunakan mata uang masing-masing. Dengan Tiongkok, misalnya, transaksi dapat menggunakan yuan atau renminbi, sedangkan dengan Malaysia menggunakan ringgit.

‘Jadi, penggunaan demand terhadap dolar ini bisa kita kurangi,” kata Wahyu dalam pemaparannya.

Selain LCT, BI mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan digitalisasi sistem pembayaran untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah tersebut dinilai dapat dilakukan tanpa harus menambah jenis pajak baru ataupun menaikkan tarif pajak yang sudah berlaku.

Menurut Wahyu, digitalisasi pembayaran melalui QRIS dapat mempercepat penerimaan pajak daerah dari transaksi usaha. Ketika masyarakat melakukan pembayaran, bagian yang menjadi hak pelaku usaha dan penerimaan pajak daerah dapat langsung dipisahkan dan disalurkan sesuai peruntukannya.

Skema tersebut dinilai mampu menutup celah keterlambatan penyetoran pajak sekaligus membuat penerimaan daerah lebih cepat, transparan, dan terukur.
“Ini ada banyak proposal untuk meningkatkan PAD tanpa kemudian memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Pulau Baai Jadi Kunci Investasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *