Menurut dia, potensi tersebut perlu diikuti dengan pembinaan yang lebih masif, baik oleh BI maupun perbankan, sehingga semakin banyak UMKM yang naik kelas dan memiliki akses terhadap pembiayaan serta pasar.
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
BI bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, perguruan tinggi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya juga terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Pengembangan UMKM halal, sertifikasi halal, hingga peningkatan kompetensi juru sembelih halal (Juleha) menjadi bagian dari program tersebut.
Bengkulu juga mencatat sejumlah capaian dalam pengembangan ekonomi syariah. Di tingkat nasional, Bengkulu meraih penghargaan dalam kategori ekspor halal serta masuk peringkat empat dalam literasi keuangan syariah.
BI Siapkan Rp8 Miliar untuk Beasiswa
Dukungan BI terhadap pembangunan ekonomi Bengkulu juga dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia. Tahun ini, BI mengalokasikan anggaran lebih dari Rp8 miliar untuk program beasiswa di empat perguruan tinggi dan dua SMK, termasuk pendidikan vokasi.
Di Universitas Bengkulu (UNIB), jumlah penerima beasiswa meningkat menjadi 130 mahasiswa, terdiri atas 100 mahasiswa program sarjana (S1) dan 30 mahasiswa vokasi.
Selain beasiswa, BI juga memberikan dukungan terhadap penelitian. Bantuan penelitian disiapkan sebesar Rp10 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2, dan Rp20 juta untuk S3.
Wahyu mengatakan dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.













