“Anggaran untuk perbaikan jalan dan siring ini belum ada tahun ini. Karena itu, hari ini kita mengerahkan seluruh pihak untuk membersihkan saluran dan menimbun lubang jalan sebagai antisipasi agar tidak kembali kebanjiran. Perbaikannya akan kita usulkan untuk dianggarkan tahun depan,” ujar Luhur.
Menurut dia, saluran drainase yang dipenuhi tanah dan sampah menghambat aliran air sehingga jalan tersebut kerap tergenang setiap kali hujan turun. Pembersihan saluran diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi genangan, meskipun perbaikan infrastruktur secara permanen tetap diperlukan.
Tim teknis Dinas PUPR, Rozali, menjelaskan bahwa kapasitas saluran yang ada dinilai terlalu kecil untuk menampung aliran air dari kawasan yang lebih tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan teknis yang perlu diatasi agar air tidak meluap dan menggenangi badan jalan.
“Saluran ini terlalu kecil untuk menampung air dari atas. Perlu dibuat gorong-gorong agar aliran air terbagi dan risiko banjir bisa dikurangi,” kata Rozali sembari menunjukkan kondisi saluran di lokasi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Rejang Lebong, Roni, mengatakan pihaknya akan mengusulkan rehabilitasi jalan dan pembangunan gorong-gorong pada tahun anggaran 2027. Untuk sementara, penanganan dilakukan dengan menimbun lubang jalan dan membersihkan parit yang tersumbat.
Plt. Bupati Rejang Lebong, Hendri, mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan dan bergotong royong membersihkan parit secara rutin. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran aliran air sembari menunggu perbaikan infrastruktur.













