“Insyaallah, tahun depan kita rehabilitasi jalan ini. Jalan-jalan yang rawan banjir dan berdampak langsung kepada masyarakat akan kita utamakan,” ujar Hendri.
Meski gotong royong menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko banjir, masyarakat masih menunggu realisasi perbaikan yang lebih menyeluruh. Usulan rehabilitasi jalan dan pembangunan gorong-gorong pada 2027 diharapkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan agar persoalan banjir di Desa Teladan tidak terus berulang dan aktivitas warga dapat berjalan lebih aman serta lancar.













