Alaku
Alaku

Los Pasar Daging Pasar Atas Curup Sepi Pedagang, Rehabilitasi Tetap Dilakukan

REJANG LEBONG– Los pasar daging di Pasar Atas, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, yang telah dibangun beberapa tahun lalu, hingga kini tidak ditempati oleh pedagang. Meski demikian, pada tahun 2024 ini tetap dilakukan rehabilitasi terhadap pasar tersebut.

Humas UPT Pasar Atas, Yan Belando, mengatakan pihaknya sudah berulang kali mengajak para pedagang untuk menempati los tersebut. Namun, para pedagang mengeluhkan kondisi ruangan yang dinilai terlalu pengap dengan ventilasi udara yang minim. “Para pedagang maunya tempat yang lebih terbuka. Itu keluhan utama mereka kepada kami. Untuk lebih akuratnya, silakan konfirmasi ke Kantor Disperindag ke Kabid Perdagangan, karena itu memang wewenang beliau,” kata Yan.

Ketua Satgas Pasar Atas, Herman Gondrong, juga menyatakan kesiapannya membantu proses pemindahan pedagang jika ada perintah dari UPT. “Kami siap melaksanakan dan membantu pemindahan pedagang, kalau memang diperintahkan,” tandasnya dengan bersemangat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Rejang Lebong, Samsul, saat dikonfirmasi pada 28 April 2024 di ruang kerjanya, mengakui bahwa para pedagang sulit diatur. “Pasar itu kan program kementerian. Gambarnya sudah ditentukan dari sana, kita tidak bisa mengubah desain bangunan semaunya. Kalau diubah, bisa kena sanksi,” ujar Samsul.

Ia menambahkan, Satgas dan UPT bertugas membantu pengelolaan pasar, dan Satgas bahkan digaji khusus untuk itu. “Kalau pedagang tidak mau pindah, ya harus dipaksa. Kita juga tidak punya pasar induk seperti di daerah lain. Kalau mau ada pasar induk, ya harus ada pembangunan baru, mungkin bisa minta bantuan dana pusat,” jelas Samsul.

Masih menurut Samsul, rehabilitasi pasar tetap dilakukan meskipun los belum digunakan. Ventilasi pasar diperbaiki dengan anggaran lebih dari seratus juta rupiah. Hal ini memunculkan keanehan dan pertanyaan publik terhadap kualitas bangunan tersebut.

Seorang aktivis LSM di Kabupaten Rejang Lebong menilai rehabilitasi tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran. “Pasar ini belum digunakan sama sekali, tapi sudah direhab. Artinya kualitas fisik bangunannya patut dipertanyakan. Ini terkesan hanya menghamburkan uang rakyat,” ujar, Sunandar LSM PKN.

Pewarta: Ismail

Editor: Hasan