BENGKULU- Berawal dari usaha perikanan keluarga, Haris Munandar berhasil mengembangkan Prozen Annisa, UMKM pempek berbahan dasar ikan tenggiri yang kini dikenal luas dan mampu menembus pasar antarprovinsi. Usaha yang dirintis sejak 2022 ini bermula dari kepemilikan kapal ikan, sebelum akhirnya diolah menjadi produk bernilai tambah di sektor kuliner.
Berlokasi di kawasan Lingkar Barat Pepabri, Prozen Annisa memproduksi beragam varian pempek, mulai dari Mpek-mpek lenjer, Mpek-mpek telur, Mpek-mpek adaan, Mpek-mpek kulit, otak-otak, dimsum, nugget, bakso ikan, hingga kapal selam. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga terjangkau, berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000 per buah, sehingga diminati berbagai kalangan.
Selain melayani pembelian eceran, Prozen Annisa juga menerima pesanan partai besar untuk acara pesta, serta penjualan secara daring dengan jangkauan pengiriman hingga luar provinsi, seperti Pekanbaru, Pulau Jawa, dan Kalimantan. Permintaan biasanya meningkat signifikan pada momen libur panjang dan Hari Raya Idulfitri.
Dalam sepekan terakhir, omzet usaha ini tercatat mencapai Rp20 juta, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang stabil. Tidak hanya menjual produk olahan, Prozen Annisa juga melayani pemesanan ikan tenggiri dan jenis ikan lainnya sebagai bahan baku pembuatan pempek.
Saat ini, Prozen Annisa telah memiliki empat cabang, yakni di Lingkar Barat, dua gerai di kawasan Pantai Panjang Sport Centre, serta satu gerai di Bandara yang menjadi sentra oleh-oleh khas Palembang. Dari yang semula usaha rumahan dengan tiga karyawan, kini Prozen Annisa telah menyerap 30 tenaga kerja.
Untuk produk kemasan, pempek isi 50 dijual dengan harga Rp75 ribu di Bandara dan Rp65 ribu di sentra oleh-oleh, menyesuaikan segmen pasar. Konsistensi kualitas dan inovasi produk menjadi kunci Prozen Annisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan UMKM kuliner.
Editor: Hasan.













