REJANG LEBONG– Piry, yang mewakili seluruh guru honorer di SMKN 1 Rejang Lebong, menyampaikan keluhan para tenaga pengajar terkait dengan ancaman tidak dibayarnya honor mereka. Dalam pertemuan dengan Kepala Sekolah SMKN 1, Asep Suparman, Piry berharap ada solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh rekan-rekannya.
Menanggapi keluhan tersebut, Asep Suparman memberikan penjelasan bahwa pihak sekolah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terus memperjuangkan hak-hak guru honorer. “Kami sangat memperjuangkan hak-hak para guru honorer, dan kami tidak akan melepaskan perjuangan ini. PGRI juga akan terus berjuang untuk hak kalian,” ujar Asep.
Asep juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan agar SK bagi guru honorer dapat segera diterbitkan, sehingga hak mereka bisa segera dibayarkan. “Kami sudah berdiskusi dengan PGRI dan terus berusaha untuk memastikan hak-hak kalian tetap diperjuangkan. Sabar dulu, karena ini sedang dalam proses,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa meskipun saat ini banyak tantangan, seperti regulasi pemerintah yang terus berkembang, ia meminta para guru honorer untuk tetap bersabar. “Pemerintah tengah merancang undang-undang ASN, yang mana per 31 Desember 2024 seluruh tenaga honorer akan digantikan oleh P3K. Namun kenyataannya, hanya sedikit yang lolos seleksi P3K, hanya 8 orang dari 80 honorer,” kata Asep.
Untuk itu, Asep mengimbau agar para guru honorer mempersiapkan dokumen-dokumen seperti sertifikat pendidik dan surat uji kompetensi sebagai persyaratan untuk masa depan mereka. Meskipun situasi sulit, Asep menegaskan bahwa perjuangan untuk memperjuangkan hak guru honorer tetap akan terus dilakukan.(007)













