Danyon A Pelopor Bengkulu Kompol Thomson Sirait, S.Sos, menjelaskan, peserta diperkenalkan dengan senjata laras pendek dan laras panjang. Untuk laras pendek, peserta dikenalkan dengan pistol jenis Glock dan HS. Sementara itu, senjata laras panjang yang disiapkan adalah MP4.
“Tingkat kesulitannya memang berbeda-beda,” ujar Kompol Thomson.
Namun, sebelum melakukan latihan, peserta lebih dahulu mendapat arahan dari instruktur mengenai persiapan, posisi, konsentrasi, fokus terhadap sasaran, serta keselamatan. Setiap tahapan dilakukan dalam pengawasan instruktur.
Instruktur menegaskan bahwa penggunaan senjata tidak hanya membutuhkan kemampuan membidik, tetapi juga pengendalian diri. Peserta harus mampu menjaga ketenangan dan memastikan arah laras tetap aman.
“Pada saat memegang senjata harus fokus ke sasaran. Laras jangan ke mana-mana,” tegas instruktur.
Latihan dipimpin Danyon A Pelopor Bengkulu Kompol Thomson Sirait, S.Sos., didampingi Kabag Ops Kompol Jumain Budiono, S.Sos., M.M., Kasi Logistik AKP Jhoner Sidabutar, serta Aili Wadi selaku Kasubsi Bekum.
Bagi sebagian wartawan, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak setiap orang dapatkan. Selain memberikan pengetahuan baru, latihan juga mengajarkan pentingnya disiplin, ketelitian, kewaspadaan, dan tanggung jawab ketika berada di lingkungan latihan menembak.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Brimob dan BI. Kerja sama kedua institusi antara lain mencakup pengamanan objek vital, pengamanan pendistribusian uang, serta kegiatan lain yang membutuhkan dukungan personel Brimob.













