REJANG LEBONG- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya terjadi di Kota Bengkulu saja, melainkan telah meluas hingga ke wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Kondisi ini bahkan dirasakan sampai ke daerah perbatasan antara Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, dengan Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
Salah satu titik terdampak adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Padang Ulak Tanding. Antrean kendaraan di SPBU ini tampak mengular sejak satu hari sebelumnya.
Abdullah, seorang sopir yang turut antre, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menunggu sejak sore hari. "Saya sudah dari kemarin sore ikut antre, sampai pagi ini antreannya masih sangat panjang. Saya tinggalin kendaraan semalam di sini, dan pagi ini balik lagi tapi antreannya belum juga bergerak. Katanya minyak baru masuk sebentar lagi," ujarnya, Abdullah, Kamis (29/5/2025) kepada nusatara.id/.
Kapolsek Padang Ulak Tanding, AKP Mansur Manalu, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah untuk membantu mengatur lalu lintas di sekitar SPBU tersebut.
“Dengan adanya kelangkaan minyak ini, banyak kendaraan yang mengantre. Maka dari itu kami dari kepolisian, khususnya Polsek PUT, mengirimkan personel untuk mengatur lalu lintas agar kemacetan bisa terurai. Jalur ini adalah gerbang penghubung ke Provinsi Sumatera Barat, lintas Jambi, dan juga lintas Sumatera Selatan melalui Tebing Tinggi,” jelas Kapolsek Mansur Manalu.
Situasi ini menambah daftar panjang daerah yang terdampak oleh krisis pasokan BBM, dan masyarakat berharap distribusi bisa segera kembali normal.
Pewarta: Budi. Editor: Hasan.













