Untuk memperkuat pembinaan, KONI juga membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak. Program perlindungan sosial bagi atlet dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Bengkulu dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, Gubernur Bengkulu disebut telah menyiapkan penghargaan Rp1 miliar bagi atlet yang berhasil meraih medali emas pada PON mendatang serta membuka peluang dukungan berupa lapangan pekerjaan bagi atlet berprestasi.
Fokus Prestasi, Bukan Isu
KONI Bengkulu saat ini juga mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X yang dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2026. Di saat yang sama, pembinaan atlet dipersiapkan untuk menghadapi PON Bela Diri di Manado, Sulawesi Utara.
Dali mengatakan, kepengurusan KONI memilih tidak larut dalam berbagai isu yang berkembang. Fokus organisasi diarahkan pada pembenahan tata kelola, pembinaan atlet, serta peningkatan prestasi olahraga Bengkulu.
“Makanya kami tidak terlalu menanggapi isu. Fokus kami bagaimana KONI ini jadi lebih baik lagi dan atlet-atlet kita kian berprestasi,” ujar Dali.
Dengan program pembinaan jangka panjang yang mulai berjalan, KONI Bengkulu berharap prestasi olahraga tidak lagi bersifat sporadis.
Target lima medali emas pada PON 2028 menjadi ukuran baru untuk membuktikan bahwa pembinaan yang terencana mampu mengangkat prestasi Bengkulu dan mengakhiri posisi sebagai juru kunci.













