Sementara itu, Bupati Kepahiang Zurdinata menyambut ekspor perdana tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas Kopi Bengkulu. Ia mengapresiasi para petani yang selama ini konsisten menjaga produksi dan kualitas, serta pelaku usaha yang membuka akses kopi Bengkulu menuju pasar Italia.
“Ekspor kopi kali ini Bengkulu dapat nama, karena diekspor lewat Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,” ujar Zurdinata.
Zurdinata menekankan penguatan branding Kopi Bengkulu harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan produktivitas petani. Menurutnya, petani tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras, tetapi juga harus didukung pengetahuan, teknologi, dan kemampuan pengelolaan agar mutu kopi tetap konsisten.
Ekspor perdana sebanyak 19,2 ton kopi dari Kepahiang ke Italia menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi Kopi Bengkulu di pasar global. Tantangan berikutnya adalah menjaga mutu, meningkatkan produksi dan kontinuitas pasokan, serta memperluas pasar agar ekspor tidak berhenti pada satu pengiriman, tetapi berkembang menjadi rantai perdagangan berkelanjutan yang memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.













