BENGKULU- Kinerja perbankan di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren positif. Secara agregat, total aset bank umum tumbuh 6,38 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini turut diikuti peningkatan penyaluran kredit sebesar 5,58 persen serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 5,12 persen.
Penyaluran kredit perbankan di Bengkulu masih didominasi sektor konsumsi dengan porsi 53 persen. Sementara kredit produktif mencapai 47 persen, dengan 44 persen di antaranya disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dari sisi likuiditas, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bank umum di Bengkulu tercatat 163,11 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di level 86,44 persen. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan penguatan sumber dana di daerah guna menjaga keseimbangan likuiditas perbankan.
Di sisi lain, kinerja Bank Perkreditan Rakyat dan BPR Syariah (BPR/S) juga menunjukkan tren membaik. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
Penyaluran kredit BPR/S didominasi sektor konsumsi sebesar 52 persen, diikuti kredit modal kerja 35 persen dan investasi 13 persen. Berdasarkan kategori usaha, kredit lebih banyak disalurkan kepada sektor non-UMKM sebesar 57 persen, sedangkan UMKM memperoleh porsi 43 persen.
Rasio LDR BPR/S Bengkulu tercatat 117,61 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 104,52 persen. Angka tersebut menunjukkan fungsi intermediasi BPR, khususnya dalam penyaluran kredit, masih berada pada level relatif stabil.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menyampaikan bahwa stabilitas sektor perbankan di Bengkulu secara umum masih terjaga dengan tren pertumbuhan yang positif.
“Secara umum kinerja perbankan di Bengkulu menunjukkan pertumbuhan yang baik, baik dari sisi aset, kredit maupun penghimpunan dana masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan media update OJK yang diikuti lebih dari 50 wartawan, Kamis (5/3/2026).
Editor: Hasan













